Mulai Belajar Ayo Mulai Belajar Pemrograman PHP

PHP – Penggunaan Variable Global, Local, Dan Static

php-iconDalam pemrograman PHP selain selain variable biasa yang sebelumnya di bahas pada artikel Cara Membuat Variable di Syntax PHP, PHP juga memiliki variable jenis yang lain yang dinamakan Variable Scope yang dapat digunakan untuk dapat menangani beberapa tipe programming yang biasa developer pakai.

Dalam PHP Variable dapat di tulis di bagian mana saja di syntax, akan tetapi untuk Variable Scope ada aturan penulisannya untuk dapat menggunakannya, pertama kita harus mengetahui jenis-jenis Variable Scope sebelum melanjutkan, berikut jenisnya :

  • Variable Scope Global
  • Variable Scope Local
  • Variable Scope Global Keyword
  • Variable Scope Static

Berikut akan saya jelaskan perbedaan ketiganya


 

Variable Scope Global

Variable jenis ini di tulis di luar function, dan hanya dapat di akses dari luar juga (global scope), dengan kata lain tidak bisa di akses di dalam function, berikut contoh syntax nya :

Syntax diatas dapat terlihat jelas, jika Variable Global di akses di dalam function maka nilainya tidak keluar, sedang jika di akses diluar function maka nilai itu ada yakni ‘5’.

Baca Juga :   PHP - Cara Menggunakan Statement Switch

 

Variable Scope Local

Variable jenis ini di tulis di dalam function, dan hanya dapat di akses dari dalam function juga, dengan kata lain tidak bisa di akses di luar function, berikut contoh syntax nya :

Syntax diatas dapat terlihat jelas, jika Variable Local di akses di dalam function maka nilainya keluar yakni ‘5’, sedang jika di akses diluar function maka nilai itu tidak ada.


 

Variable Scope Global Keyword

Variable Global Keyword adalah Variable Global yang dapat digunakan di dalem function, namun ada cara perbedaan penulisan syntax nya, berikut caranya :

Baca Juga :   PHP - Cara Menggunakan Variable Global Pada Server

Terlihat diatas perbedaan syntax nya ada pada “global $a, $b;” yang ada di dalam function. Global Keyword ini juga dapat digunakan untuk variable bersifat array, berikut contoh syntax nya :


 

Variable Scope Static

Biasanya ketika sebuah function selesai di jalankan dalam sebuah syntax PHP, semua variable di dalamnya akan di hapus, namun terkadang kita ingin agar variable tersebut tidak di hapus, akan tetapi akan kita gunakan secara lanjut, untuk itu kita harus menggunakan variable statis dalam case ini, berikut syntax nya :

Perbedaan dengan jenis variable lain ialah terletak, jika setiap function dipanggil, nilai yang ada di dalam variable adalah nilai terakhir, bukan nilai yang di deskripsikan seperti syntax diatas yakni ‘8’.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *