Mulai Belajar Ayo Mulai Belajar Pemrograman PHP

PHP – Cara Membuat dan Bekerja Dengan Function

php-iconTahukah anda apa yang menjadikan PHP cepat dan kuat, itu berasal dari fungsi-fungsi (function) di dalamnya, terdapat 1000 lebih function built in di dalam PHP, semua itu dapat digunakan dengan mudah oleh siapapun, dan karena itu juga salah satu alasan saya sangat menyukai pemrograman PHP ini.

Berikut karakteristik dari function secara global :

  • Sebuah function adalah pernyataan blok program yang dapat di eksekusi berulang kali dalam program.
  • Dalam sebuah halaman web, function tidak akan langsung di eksekusi kecuali di panggil (call).
  • Sebuah function akan di eksekusi (jalankan) jika fungsi teresbut di panggil (call)

Pada dasarnya dalam pemrograman PHP terdapat 4 jenis function dapat di terapkan :

  1. PHP Function – User Defined adalah function yang dibuat sendiri oleh user.
  2. PHP Function – Arguments adalah function yang didalamnya terdapat semacam variable yang digunakan untuk menentukan hasil berbeda dari function itu sendiri.
  3. PHP Function – Default Arguments Value adalah function yang sama dengan function arguments akan tetapi bedanya memiliki default value (nilai awal).
  4. PHP Function – Returning Value adalah function yang memiliki nilai kembali (return value)

PHP Function – User Defined

Function jenis ini adalah function yang dibuat oleh user itu sendiri, biasanya tujuan user membuat function adalah untuk meringkas script programnya atau membuat struktur scriptnya menjadi lebih rapih dan mudah di baca jika ingin dilakukan development di masa mendatang, berikut contoh syntax dasar pembuatan function :

function NamaFunction() {
    blok kode yang akan di eksekusi;
}

Nama function bersifat not case-sensitive, artinya jika kita menuliskan sebuat nama function “CetakHasil()” maka dapat di eksekusi dengan memanggil function tersebut dengan “cetakhasil()” karena dalam penamaan function tidak menggunakan karakter case-sensitive. Berikut adalah contoh penerapan dalam pemrograman PHP :

Baca Juga :   PHP - Cara Menggunakan Operator Perbandingan


PHP Function – Arguments

Function argument adalah function yang memiliki sejenis argumen yang diletakkan setelah nama function, argumen disini dapat dikatakan sebuah variable, jadi sebuah fungsi ini ketika di eksekusi akan dapat menghasilkan ouput atau value yang berbeda-beda yakni tergantung argumen itu sendiri. Argumen atau variable disini dapat digunakan tidak hanya satu, melainkan 2 argumen atau lebih, berikut penerapannya :

Contoh Function Dengan 1 Argumen

Contoh Function Dengan 2 Argumen


PHP Function – Default Argument Value

Baca Juga :   PHP - Tabel Referensi Variable Superglobal $_SERVER

Function default argument value ini sebenarnya sama dengan function argument, bedanya function jenis ini memiliki nilai awal (default value), jadi jika sebuah function di panggil tanpa adanya argument di dalamnya maka nilai default lah yang digunakan, cth. sebuah function mencetak berat “CetakBerat() ” di panggil tanpa adanya argumen di dalamnya, maka argumen yang pakai adalah default value. berikut penerapannya dalam pemrograman PHP :

Dari script diatas dapat dilihat perbedaannya, pada output baris 1 terdapat argumen “100”, sedangkan output baris ke-2 tidak ada argumen sama sekali, akan tetapi default value argumen memiliki nilai “50”, jadi nilai yang cetak adalah 50.


PHP Function – Returning Values

Sangat berbeda dengan jenis function lainnya di atas, function jenis ini memili nilai kembali (return value), biasanya function jenis ini digunakan untuk perhitungan atau pengolahan data, berikut contoh dari function returning values :

Dari contoh diatas dapat dilihat, terdapat function “jumlah()”, function tersebut memiliki fungsi untuk pertambahan 2 argumen yang dimasukkan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *